PS TNI Tim Baru yang Sangat Menyeramkan

0
377
Slot Online w11bet

Bandar Judi

PS TNI Tim Baru yang Sangat Menyeramkan

PS TNI Tim Baru yang Sangat Menyeramkan

Liga Indonesia sudah dikenal sebagai liga yang keras. Namun, keras di sini boleh dibilang bernada negatif. Ya, hampir di setiap pertandingan yang diselenggarakan, banyak sekali tekel keras dan permainan yang cenderung kasar sehingga banyak dibuahi kartu dari pihak pengadil lapangan. Dan salah satu tim peserta Gojek Traveloka Liga 1 yang meraih predikat ‘menyeramkan’ adalah PS TNI.

PS TNI Menjadi Tim ‘Terkotor’ di Liga 1

Hingga paruh pertama Gojek Traveloka Liga 1 digelar, PS TNI dinobatkan sebagai tim paling menyeramkan untuk dihadapi. Bagaimana tidak, dari 17 laga yang digelar hingga pertengahan musim, Manahati Lestusen dan kawan-kawan telah mendapatkan 58 kartu kuning serta empat kartu merah. Jumlah ini menjadi salah satu yang tertinggi dibandingkan dengan 17 peserta Liga 1 lainnya.

Advertisement

ratudomino88

togel online

Jumlah ini akan terus bertambah mengingat musim kompetisi masih terus berlangsung hingga awal tahun 2018. Hal ini perlu disadari oleh para pemain PS TNI dan pelatih yang saat ini dipegang oleh Rudy Eka Priyambada menggantikan posisi Ivan Kolev yang dipecat sebelum laga melawan Persela pada 22 September kemarin.

Tim berjuluk ‘The Army’ ini pantas untuk membenahi hal ini. Dengan absennya beberapa pemain karena akumulasi kartu dan larangan bermain, hal ini tentu akan mempengaruhi pola permainan dari PS TNI sendiri. Apalagi saat ini, PS TNI berada di posisi 15 dengan poin 26, satu strip di bawah zona degradasi dan rentan terkejar dengan Perseru Serui (22) maupun Persiba Balikpapan (19) yang tengah bangkit dari keterpurukan.

Selain itu, dengan banyaknya pelanggaran dan dikeluarkannya kartu, hal ini tentunya berimbas pula pada keuangan PS TNI sendiri. Hal ini karena diberlakukannya denda oleh PSSI sebagai induk pesepak bolaan Indonesia agar pertandingan dapat berjalan lebih disiplin. Terakhir, PS TNI didenda sebesar Rp 28 juta akibat menerima tujuh kartu kuning dalam satu pertandingan. Angka ini cukup fantastis karena berlaku hanya untuk satu pertandingan saja.

PS TNI dan Kontroversi yang Selalu Mengikuti

PS TNI sendiri sebenarnya merupakan tim yang baru dibentuk ketika Indonesia menerima sanksi pembekuan turnamen resmi sepak bola. Saat itu, perseteruan antara PSSI dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga pada tahun 2015 menjadi hal yang sangat disayangkan oleh penikmat sepak bola Indonesia.

Untuk mengisi kekosongan turnamen itulah, TNI menyelenggarakan Piala Jenderal Sudirman dalam memperingati ulang tahun ke-100 Panglima Besar Jenderal Soedirman pada November 2015 – Januari 2016. PS TNI ikut ambil bagian dalam kompetisi bersama 15 anggota ISL. Saat itu, PS TNI dihuni oleh para pemain PSMS Medan yang beberapa waktu sebelumnya memenangkan Piala Kemerdekaan.

Setelah kompetisi tersebut, PS TNI berbenah diri untuk menghadapi beragam kompetisi sepak bola di Indonesia. Lepas kerja sama dai PSMS Medan, PS TNI mengakuisisi Persiram Raja Ampat untuk mengarungi kompetisi. Dengan para pemain muda seperti Manahati Lestusen dan Abduh Lestaluhu, ditambah dengan pendidikan ala militer, PS TNI lalu dikenal sebagai tim kuda hitam dalam kompetisi sepak bola di Indonesia dan bercirikan permainan keras dan cukup ditakuti oleh lawan-lawannya.

Permainan keras sangat lumrah dilakukan dalam permainan sepak bola di berbagai Negara. Akan tetapi, setiap tim harus dapat membedakan permainan keras dan permaianan kasar. Begitu pula dengan PS TNI tim baru yang sangat menyeramkan karena permainannya yang sering menimbulkan kontroversi. Terlepas dari itu, PS TNI merupakan tim yang sangat disegani karena bermaterika pemain-pemain muda Indonesia dengan kualitas yang mumpuni.

 

Advertisement

Situs

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here