Piala Dunia 2018 Menggunakan Teknologi Wasit Robot, Benarkah?

0
305

Bandar Judi

Piala Dunia 2018 Menggunakan Teknologi Wasit Robot, Benarkah?

Piala Dunia 2018 Menggunakan Teknologi Wasit Robot, Benarkah?

Banyak yang mengatakan bahwa Piala Dunia 2018 menggunakan teknologi wasit robot, benarkah? Sebenarnya hal ini tidaklah 100% akurat. Wasit yang digunakan bukanlah robot sesungguhnya yang nantinya akan menggantikan posisinya dalam lapangan, melainkan penggunaan berbagai teknologi canggih yang akan membantu kinerja wasit dalam membuat sebuah keputusan.

Penggunaan Teknologi VAR yang Penuh Kontroversi di Piala Dunia 2018

Dalam merespon berbagai kondisi wasit yang sering mengalami dilema dalam pengambilan sebuah keputusan, akhirnya FIFA memutuskan untuk menerapkan teknologi Video Assistant Referee (VAR) sebagai media untuk membantu wasit melihat kondisi sebenarnya di lapangan. Keputusan ini telah disampaikan oleh presiden FIFA saat ini, Gianni Infantino ketika menyampaikan hasil uji coba teknologi ini yang telah dilakukan selama dua tahun.

Dalam percobaan ini, seorang asisten wasit yang berada di luar lapangan akan memutar rekaman insiden kontroversial yang diragukan oleh wasit. Permintaan pemutaran video akan dilakukan ketika pemain melakukan protes secara proaktif ketika wasit maupun hakim garis mengambil keputusan yang dianggap salah.

Meskipun begitu, teknologi ini bukanlah tanpa cela. Beberapa kalangan tidak setuju jika teknologi VAR digunakan dalam pertandingan sepak bola. Hal ini dikarenakan proses pemutaran video ulang akan mengambil beberapa waktu yang membuat konsentrasi pemain menjadi terganggu. Bisa dibayangkan jika teknologi ini digunakan beberapa kali dalam satu pertandingan, berapa lama waktu yang akan terbuang.

Selain itu, menurut penjaga gawang Juventus dan Timnas Italia, Gialuigi Buffon, teknologi VAR membuat pertandingan menjadi tidak sama lagi seperti dulu. Identitas asli sepak bola akan menghilang dan tidak ada lagi berbagai drama menarik yang biasa dapat disaksikan dalam sebuah pertandingan.

Teknologi Hawk Eye

Sebelum Teknologi VAR digunakan secara luas dalam pertandingan sepak bola, teknologi Hawk Eye lebih dulu dikenalkan untuk membantu kinerja wasit. Teknologi Hawk Eye atau lebih dikenal sebagai teknologi garis gawang digunakan untuk menjawab berbagai kontroversi wasit yang tidak mengesahkan gol padahal bola sudah melewati garis gawang.

Hawk Eye sudah digunakan pada ajang Piala Eropa 2016 dan Liga Primer Inggris. Teknologi ini pun boleh dibilang sukses membantu kinerja wasit dalam mengesahkan gol yang terjadi dan mendapat sambutan hangat dari para penikmat sepak bola dunia.

Sistem ini sendiri bekerja dengan bantuan tujuh buah kamera yang akan menyorot berbagai sisi gawang. Nantinya, sensor yang berada di kamera akan terhubung dengan jam tangan yang digunakan oleh wasit dalam menentukan apakah bola masuk atau tidak.

Menurut kepala wasit UEFA, Pierluigi Collina, teknologi Hawk Eye dan VAR mampu melengkapi kemampuan satu sama lainnya dalam membantu kinerja wasit dalam pertandingan, khususnya dalam ajang Piala Dunia 2018 nanti. Penggunaan dua teknologi ini akan mampu membuat pertandingan berjalan lebih adil dan kompetitif. Selain itu, protes-protes yang sering dilancarkan pemain kepada wasit  akan mampu diminimalisir.

Kedua teknologi ini pun sudah diuji oleh FIFA yang bekerja sama dengan International Football Association Board (IFAB) ketika Piala Konfederasi 2017 dan beberapa pertandingan persahabatan berlangsung. Hal ini tentunya untuk mendukung semangat ‘Fair Play’ yang tengah didengungkan FIFA untuk menyemarakkan berbagai ajang sepak bola dunia.

Terlepas dari berbagai kontroversi yang dilibatkan oleh penggunaan teknologi dalam sebuah pertandingan sepak bola, nyatanya hal ini mampu membuat pertandingan lebih adil bagi kedua belah pihak yang bermain. Selain itu, teknologi ini sendiri tidak akan menggantikan fungsi dari seorang wasit yang dapat menghilangkan esensi sepak bola secara utuh.

Advertisement

Situs

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here