Nasib Sepak Bola Indonesia Setelah Mengalami Insiden Fatal

0
449

Bandar Judi

Nasib Sepak Bola Indonesia Setelah Mengalami Insiden Fatal

Nasib Sepak Bola Indonesia Setelah Mengalami Insiden Fatal

Baru-baru ini dunia sepak bola Indonesia tengah berduka. Meninggalnya pemain koper Persela Lamongan, Choirul Huda pada, Minggu, 15 Oktober 2017 lalu menambah daftar pemain sepak bola yang meninggal akibat insiden di lapangan sepak bola. Lalu, bagaimana nasib sepak bola Indonesia setelah mengalamin insiden fatal tersebut?

Choirul Huda dinyatakan meninggal setelah dibawa ke rumah sakit. Huda tidak sadarkan diri setelah mengalamin insiden tabrakan dengan bek persela, Ramon Rodriguez. Kala ini tim Persela Lamongan tengah melawan Semen Pada pada pertandingan lanjutan Liga 1 di Stadion Surajaya.

Pemain Sepak Bola Indonesia Meninggal di Lapangan

Seperti yang sudah disebutkan tadi, sebelumnya juga ada beberapa pemain yang mengalami insiden di lapangan hingga meninggal dunia. Pemain-pemain tersebut antara lain adalah Eri Irianto. Eri Irianto merupakan pemain Persebaya Surabaya yang saat itu meninggal karena mengalami benturan. Eri meninggal pada 3 April 2000 di Stadio Gelora 10 November.

Selanjutnya ada Jumadi Abdi. Jumadi Abdi merupakan pemain dari PKT Bontang yang meninggal pada 16 Maret 2009. Saat itu PKT Bontang sedang melawan Persela. Jumadi Ambdi meninggal karena megalami benturan pada bagian perut. Jumadi meninggal setelah 9 hari dirawat di rumah sakit sedangkan insiden itu sendiri terjadi pada 7 Maret 2009.

Pemain lainnya yang mengalami kecelakaan hingga terenggut nyawanya adalah Akli Fairuz. Akli Fairus merupakan pemain Persiraja Banda Aceh. Benturan yang dialami dengan kiper PSAP Sigli, Agus Rohman pada 16 Mei 2014 membuat Akli Fairuz menghembuskan nafas terakhir enam hari setelahnya.

Sepak Bola Indonesia Setelah Kejadian

Sepak bola Indonesia sendiri mendapat perhatian dan simpati internasional setelah beberapa kejadian yang merenggut nyawa pemain sepak bola kita. Belasungkawa daang dari berbagai pihak, mulai dari penggemar sepak bola itu sendiri, bahkan dari Federasi Sepak Bola Dunia atau FIFA.

FIFA mengirimkan belasungkawanya melalui ucapan di akun media sosial Twitter. FIFA menjelaskan kepada para pengikutnya bahwa Choirul Huda meninggal dunia karena kejadian benturan di lapangan. Mereka juga menyampaikan belasungkawa yang tulus untuk para keluarga, teman klub, serta para penggemar di Indonesia.

Selain belasungkawa, sepak bola Indonesia juga memberikan peringatan khusus agar kejadian serupa jangan sampai terulang kembali. Terlebih lagi, kematian Choirul Huda diduga disebabkan karena Choirul Huda kekurangan oksigen atau mengalami gejala yang disebut Hipoksia, yaitu gangguan pertukaran oksigen yang terhambat di dalam tubuh.

Setelah himbauan khusus agar pemain menjadi lebih berhati-hati lagi, tim medis juga semakin diperkuat untuk mengantisipasi kejadian serupa atau insiden lainnya yang dapat membahayakan nyawa pemain. Bukan hanya pada permainan sepak bola, salah satu tim dari Liga Basket Indonesia yang bernama Garuda Bandung menanggapi isu ini dengan mengadakan workshop pemberian pertolongan pada kecelakaan di lapangan.

Kehilangan Choirul Huda tidak hanya menraik perhatian sepak bola lokal dan lembaga sepak bola dunia, namun juga menarik simpati tiga kiper dunia. Mereka adalah Pert Cech, David James, dan Ter Stegen. Mereka berpendapat bahwa Chairul Huda merupaka kiper berbakat. Hingga sangat disayangakan dudia sepak bola kehilangan kiper seperti beliau.

Nasib sepak bola Indonesia setelah mengalamin insiden fatal tersebut bukan hanya menjadi perhatian internasional. Pada PSSI sendiri, kehilangan salah satu kiper terbaik Indonesia tentunya menjadi pukulan berat. Namun hal itu tidak menyurutkan optimisme PSSI akan perkembangan dunia sepak bola Indonesia. Hanya saja, setiap pemain dihimbau untuk lebh berhati-hati dalam bermain, jangan sampai mencelakai diri sendiri bahkan pemain lain.

Advertisement

Situs

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here